Hukum Bacaan Ra ر (Tafkhim, Tarqiq & Jawazul Wajhain) Beserta Contohnya

Hukum Bacaan Ra ر (Tafkhim, Tarqiq & Jawazul Wajhain) Beserta Contohnya - Tahukah kalian bahwa  salah dalam membaca akan merusak arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Membaca al-Qur’an dengan benar juga akan menambah kekhusu’an dan menambah pahala ibadah. Sekarang kita akan mempelajari tentang Hukum Bacaan Ra'
Hukum Bacaan Ra

Hukum bacaan  ra (  ر  )

  • Ra Tafhim (  تفحيم  )  artinya  ra yang dibaca tebal .
Ra  dibaca tebal. Apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :        

Jika huruf  ra berharakat fathah atau fathatain  (  رَ  /  رً  )
Contoh :
- Ra difathahرَبُّكُمْ  -  رَبِّ الْفَلَقِ -  غُفِرَلَهُ  -  اَلَمْ تَرَ  ( ر)
- Ra difathatainنَارًا -   خَيْرًا -  طَيْرًا -  شرًا  ( رً ) 

Jika ra berharakat dammah atau dammatain  (  رُ  /  رٌ  )
Contoh :              
- Ra dammahرُزِقْنَا  -  كَفَرُوْا  -  أَكْبَرُ  -  نَصْرُاللهِ   (   رُ )   
- Ra dhammatainغفورٌ  -  أجرٌ  -  مَبرُورٌ  -  نورٌ   (   رٌ  ) 

Jika ra  berharakat sukun jatuh sesudah huruf yang difathah atau didammah (   + رْ ـُـ /  رْ +  ـَـ )
Contoh :              
- Ra sukun jatuh sesudah huruf difathah (   رْ +  ـَـ  )
وَأَرْسَلَ -  تَرْمِيْهِمْ  -  فَأَ ثَرْنَ بِهِ  -  وَانْحَرْ   
- Ra sukun jatuh sesudah huruf didammah (   ــُ  + رْ  )
تُرْحَمُوْنَ  -  مُرْسَلِيْنَ  -  قُرْآنٌ  -  مُرْتَفَقًا    

Jika ra  berharakat sukun didahului oleh huruf yang  berharakat kasrah tetapi kasrahnya tidak asli dari kalimat itu.  (  رْ / kasrah tidak asli )
Contoh : اِرْجِعِىْ  -  اِرْكَبْ  -  اِرْحَمْنَا


Jika ra berharakat sukun sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, namun sesudah ra sukun itu ada huruf ISTI’LA (  إسـتـعـلاء  ) yang tidak dikasrah (huruf isti’la tidak dikasrah  +  رْ +  / kasrah asli ).
Sedangkan huruf isti’la itu ialah ص -    ض  -  ط  -  ظ  -  خ  -  غ  -  ق  
Contoh : قِرْطَاسٌ  -   مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ   -   مِرْصَادٌ
  • Ra Tarqiq ( ترقيق ) tipis / Muraqqaqah
Ra tarqiq atau muraqqaqah ialah ra yang dibaca tipis. Di dalam ilmu tajwid ra ( ر )  dibaca tipis jika memenuhi persyatan-persyaratan., yaitu :
Jika ra  berharakat kasrah atau kasratain  ( ِر  /  ٍر  )
Contoh :              
- Ra dikasrah   ( ِر   )ِرِمَاحُكُم ْ  -  كَرِيْمٌ  -  مِنَ الرِّّجَالِ  -         Ra dikasratain  (   ٍر  )بِضُرِّ  -  لَفِىْ حُسْرٍ                          
Jika ra berharakat sukun  dan huruf sebelumnya  berharakat kasrah  asli tetapi sesudah ra sukun bukan huruf isti’la. (  bukan huruf isti’la +  رْ +   ـِـ       ).
Contoh : فِرْعَوْنَ  -  فَبَشِّرْهُ  -  وَأَنْذَرْبِهِ  -  مِْرفَقًا 

Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya ya sukun  ( ra waqaf  +    يْ   )
Contoh :شَيْئٍ قَدِ يْرٌ-  وَهُوَالسَّمِيْعُ الْخَبِيْر    سَمِيْع ٌبَصِيْرٌ-  لَكُم ُالْخَيْرُ 

Jika ra diwaqafkan dan huruf sebelumnya dikasrah ( ra waqaf +   ـِـ      )
Contoh :وَلاَ ناَصِرَ     -  هُوَالْكَافِرُ -  بِمُصَيْطِرٍ  

  • Jawazul Wajhain ( جواز الوجهين ) artinya boleh  dibaca tebal dan  boleh  dibaca tipis
Huruf ra boleh dibaca tafkhim atau tarqiq jika ra itu disukun dan huruf sebelumnya dikasrah sedangkan setelah ra sukun itu ada huruf isti’la yang dikasrah. (huruf isti’la yang dikasrah  +  رْ +  ِ      )
Contoh :مِنْ عِرْضِهِ  -  بِحِرْصٍ 
INTINE BELAJAR - Jika ada penulisan surat Al-Qur'an yang salah atau ada kesalahan makna dan kesalahan lainnya, harap untuk segera lapor ke admin untuk tujuan perbaikan melalui email: intinebelajar@gmail.com !!! Terima Kasih

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Hukum Bacaan Ra ر (Tafkhim, Tarqiq & Jawazul Wajhain) Beserta Contohnya

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai apa yang telah anda baca dengan syarat.
1. Berkomentarlah dengan Relevan
2. Don't Spam
3. No Porn
4. No Sara
5. Jika MELANGGAR komentar akan dihapus